Sejarah Letusan Tambora
ada-ohio.org – Gunung Tambora, yang terletak di Pulau Sumbawa, Indonesia, dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling berbahaya di dunia. Pada tahun 1815, gunung ini mengalami letusan Tambora yang merupakan salah satu letusan vulkanik terbesar dalam sejarah. Akibatnya, ribuan orang tewas, dan dampaknya terasa hingga seluruh dunia.
Letusan Gunung Tambora 1815 terjadi pada 10 April 1815, dan menghasilkan awan abu yang menyelimuti atmosfer. Abu vulkanik ini menyebabkan perubahan iklim global, dikenal sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas” di Eropa dan Amerika Utara.
Baca Juga: 5 Gempa Terbesar di Dunia yang Pernah Tercatat dalam Sejarah
Penyebab Letusan Tambora
a. Aktivitas Tektonik di Indonesia
Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik, yang memiliki aktivitas vulkanik tinggi. Letusan Tambora terjadi akibat tekanan magma yang terus meningkat di dalam gunung hingga akhirnya meledak dengan kekuatan yang luar biasa.
b. Tanda-Tanda Sebelum Letusan
Sebelum letusan terjadi, terdapat beberapa tanda seperti:
✔ Gempa kecil di sekitar Gunung Tambora
✔ Suara dentuman dari dalam gunung
✔ Asap tebal yang keluar dari kawah
Baca Juga: Gempa dan Tsunami Palu 2018: Penyebab, Dampak, dan Upaya Pemulihan
Dampak Letusan Tambora 1815
a. Korban Jiwa dan Kerusakan
Dampak langsung dari letusan Tambora sangat besar, menyebabkan sekitar 71.000 orang tewas akibat awan panas, tsunami, dan kelaparan. Desa-desa di sekitar gunung hancur, sementara daerah sekitarnya mengalami badai abu vulkanik.
b. Perubahan Iklim Global
Debu vulkanik dari Gunung Tambora menyebar ke atmosfer dan mengurangi cahaya matahari yang mencapai Bumi. Akibatnya:
✔ Suhu global turun drastis
✔ Gagal panen di Eropa dan Amerika Utara
✔ Salju turun di musim panas pada tahun 1816
c. Tsunami dan Efek Lingkungan
Selain itu, letusan ini menyebabkan tsunami di Laut Flores, yang memperparah jumlah korban jiwa dan merusak ekosistem laut.
Gunung Tambora Setelah Letusan
a. Pembentukan Kaldera Baru
Setelah letusan, Gunung Tambora mengalami perubahan bentuk. Dari ketinggian awal 4.300 meter, gunung ini menyusut menjadi 2.850 meter dengan kaldera besar berdiameter 6 km.
b. Dampak Sosial dan Ekonomi
Letusan ini menyebabkan kekeringan, kelaparan, dan penyakit di berbagai belahan dunia. Selain itu, banyak masyarakat yang mengungsi karena lahan pertanian mereka rusak total.
c. Pariwisata dan Penelitian
Saat ini, Gunung Tambora menjadi destinasi wisata dan penelitian geologi. Banyak ilmuwan datang untuk mempelajari dampak letusan dan perubahan ekosistem pasca-erupsi.